Tag Archives: Instrument

Orang instrument nggak tau Tube & Fitting?

221TubeFittingsandTubeAdapters700x350 copy

Orang instrument nggak tau Tube & Fitting? (Sumber gambar: Swagelok)

Topik ‘aneh’ yang pertama kali saya jumpai saat menjadi seorang instrument engineer adalah penggunaan tubing beserta fitting-nya. Yap! tubing dan fitting yang sejatinya hanyalah sebuah pipa lengkap dengan konektor-konektor seperti shock/union, tee, elbow dsb ini menjadi scope of work dari disiplin instrumentasi.

Jelas saja bahwa tubing dan fitting sangatlah asing di telinga saya, karena kebetulan kampus saya dulu tidak memiliki laboratorium dengan peralatan yang cukup memadai, jangankan transmitter ataupun control valve, PLC pun menggunakan tipe yang sederhana. Kami yang mempelajari disiplin ilmu instrumentasi dan kontrol diberikan instrument alternatif dari yang sesungguhnya di lapangan. Contohnya seperti sensor-sensor elektronika yang menggantikan peran transmitter, kemudian solenoid valve sebagai pengganti control valve dan juga smart relay sebagai pengganti PLC. Oleh karena itu, saya pun tidak pernah menemui tubing dan fitting selama saya mempelajari disiplin instrumentasi.

Barulah ketika sampai di dunia kerja saya dihujani dengan banyak pertanyaan dan permintaan terhadap tubing dan fitting. Parameter-parameter yang sangat asing ditelinga saya seperti satuan OD, konektor male-female dengan unit inch NPT, ferrule dengan back-ferrule nya dan sampai terdengarlah pertanyaan “Kok orang instrument ngga tau tube & fitting?”

Sebagian orang di lapangan menganut pemahaman bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan tubing & fitting adalah scope of work dari disiplin instrument. Dan tentunya orang instrument kemarin sore seperti saya seringkali menjadi sasaran dari mereka. Padahal jika ditelusuri lebih dalam lagi tidak ada kesinambungan antara tubing beserta konektor-konektornya dengan apa yang disebut ‘instrumentasi & kontrol’. Tubing & fitting tersebut hanya sebagai komponen penunjang dari sebuah sistem pengukuran yang fungsi utamanya adalah mengalirkan proses yang sedang terjadi.

Memang benar peranan tubing & fitting pada instrumentasi sangatlah vital, bagaimana tidak, karena tubing ini  berperan sebagai media pengiriman sinyal dari jalur proses menuju instrument maupun sebagai jalur instrument air supply. Namun sekali lagi, pertanyaan saya adalah dimana pengukurannya? Dan dimana pula pengendaliannya?

Sampai dengan postingan ini dibuat, saya masih belum menemukan landasan keilmuan yang menyatakan bahwa tubing dan fitting merupakan scope disiplin instrumentasi. Landasan yang selama ini berlaku hanyalah landasan kerja sehingga jelas terjadi mis-komunikasi antara bidang keilmuan dan bidang kerja. Setuju nggak??

What does ‘Bridle’ mean?

Sebuah pertanyaan muncul di benak pikiran saya ketika sedang mengerjakan proyek penggantian kolom di salah satu kilang minyak yang ada di Cilacap. Ada sebuah pipa berukuran 3″ yang ditempeli beberapa instrument, khususnya instrument level. Lantas munculah pertanyaan, mengapa instrument-instrument tersebut tidak dihubungkan secara langsung pada badan kolom? Mengapa  level gauge dihubungkan ke pipa tersebut? Mengapa level transmitter pun juga demikian? Setelah mencari tahu lebih dalam dengan dibantu penjelasan dari para senior, alhasil saya menemukan sebuah kata yang mewakili pipa misterius tersebut, yap! that’s a bridle! 

Pada dasarnya bridle adalah sebuah pipa vertikal yang terhubung dengan sisi sebuah tangki penyimpanan atau vessel. Pada ujung-ujung bridle terdapat nozzle yang menghubungkan bridle dengan tangki. Oleh karena itu, fluida di dalam bridle akan selalu naik turun sesuai dengan keadaan level fluida di dalam tangki.

Mengapa bridle digunakan?

Salah satu penggunaan bridle dimaksudkan untuk pengukuran level tangki yang menggunakan beberapa level gauge maupun level transmitter sehingga instrument-instrument level ini tidak dipasang langsung pada badan tangki melainkan pada sebuah pipa vertikal atau yang disebut bridle itu tadi.

Kemudian karena instrument level dipasang pada bridle yang terisolasi dari proses, maka instrument tersebut dapat dengan mudah untuk dilakukan maintenance tanpa menganggu proses yang sedang berjalan.

Alasan lainnya adalah untuk mengurangi jumlah nozzle pada tangki yang mana hal ini berkaitan dengan pengelasan. Semakin banyak pengelasan pada sebuah tangki maka potensi crack (retak) dari tangki tersebut juga semakin besar. Sehingga dengan adanya bridle, kebutuhan nozzle dari sebuah tangki dapat diminimalisir dengan hanya menggunakan dua buah nozzle saja.

Oleh karna itu, bridle menjadi  komponen favorit yang hampir selalu digunakan pada pengukuran level tangki. CMIIW.