Tag Archives: Gas

Kalibrasi Gas Detektor

Kalibrasi Gas Detektor (Sumber gambar: Ventis Pro Series)

Mengapa gas detektor harus di kalibrasi? Sebetulnya tidak hanya gas detektor, namun pertanyaan ini juga harus selalu ditanyakan ke setiap alat pengukuran, apapun itu jenisnya.

Sepengetahuan saya hal ini dilakukan karena dua alasan. Pertama, pembacaan pada gas detektor dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: keadaan suhu dan kelembaban, kontaminasi dari paparan gas tertentu, mungkin juga pernah merespon konsentrasi gas tertentu sampai pada batas maksimum pengukurannya, berkurangnya lifetime produk, dsb. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi pembacaan, seperti misalnya konsentrasi dari suatu combustible gas terbaca sebesar 45%LEL yang sebetulnya konsentrasi aktualnya adalah 50%LEL. Kedua, biasanya dalam sebuah plant ada regulasi tersendiri dari tingkat manajerial ataupun departemen safety yang mengharuskan semua alat ukur harus terkalibrasi dan juga memiliki  jadwal kalibrasi secara periodik.

Oleh karena itu, jika sebelumnya saya pernah melakukan Kalibrasi Sensor Gas MQ-7 maka kali ini saya akan membagi rangkuman mengenai metode-metode pengujian gas detektor yang pernah saya lakukan.

1. Bump Test (Calibration Check)
Bump test merupakan metode pengujian gas detektor dengan menggunakan calibration gas (test gas) untuk memastikan bahwa gas detektor masih melakukan pembacaan secara tepat.

DSCF4892

Contoh test gas yang berisi methana (CH4) dengan konsentrasi sebesar 2.5% volume (50% LEL).

Test gas berisikan gas dengan konsentrasi tertentu yang biasanya kurang dari 100% LEL. Apabila gas detektor melakukan pembacaan secara tepat, maka saat dikoreksi menggunakan kalibrator akan menampilkan nilai konsentrasi yang sama besarnya dengan konsentrasi pada test gas.

DSCF4911

Kalibrator menampilkan hasil pengujian performa gas detektor (error 0.5%LEL)

Oleh karena itu, pada praktiknya di lapangan bump test biasanya dilakukan secara periodik untuk memastikan bahwa performa gas detektor di lapangan selalu dalam keadaan baik.

2. Function Test (Performance Test)
Function test merupakan pengujian yang sama dengan bump test hanya saja gas detektor yang di uji sudah terintegrasi dengan sistem alarm, sehingga pengujian ini selain memastikan pembacaan gas yang tepat juga memastikan sistem alarm bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Semisal sebuah gas detektor telah dirancang untuk memberikan alarm LOW pada level 10% kemudian HIGH pada level 20% dan HIGH HIGH pada level 50%. Maka pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem alarm bekerja di tiap-tiap level tersebut.

3. Calibration
Penyesuaian respon gas detektor (sensor) agar sesuai dengan nilai yang diinginkan. Artinya dalam metode ini dilakukan pengaturan atau adjusment agar didapat respon yang diinginkan. Langkah kalibrasi yang paling mudah adalah dengan merujuk pada manual gas detektor, karena pada manual tersebut berisi prosedur kalibrasi yang jelas sehingga dapat menjamin agar prosedur kalibrasi yang dilakukan benar.

Disclaimer : Setiap manufaktur memiliki cara kalibrasi yang spesifik sesuai dengan produknya masing-masing. Sehingga penting untuk selalu mengikuti prosedur yang sudah dibuat oleh manufaktur.

 

Apa itu LEL pada sistem deteksi gas?

6776274283-oxy-acetylene-cutting-torch

Apa itu LEL pada sistem deteksi gas? (Sumber gambar: www.loupiote.com)

Terakhir kali saya menulis postingan mengenai pengukuran gas mungkin sekitar 2 tahun yang lalu. Dan kali ini, saya ingin kembali berbagi pengalaman mengenai hal yang sama namun dalam konteks yang lebih serius. LOL.

LEL (Lower Explosive Limit)
LEL (Lower Explosive Limit) dapat dikatakan sebagai konsentrasi terendah dari suatu flammable gas (gas mudah terbakar) di udara yang dapat menghasilkan api dengan adanya igniton source (sumber pengapian), yakni : busur api, api & panas.

Untuk lebih memahami lagi apa itu LEL, mari kita lihat grafik dibawah ini.

LEL2

LEL vs UEL

Setelah melihat grafik tersebut maka dapat kita ambil kesimpulannya seperti ini:

Jika Flammable Gas < LEL maka tidak cukup untuk terbakar karena bahan bakar terlalu sedikit dan udara terlalu banyak
Jika Flammable Gas > UEL maka tidak cukup untuk terbakar karena bahan bakar terlalu banyak dan udara terlalu sedikit
Dan jika  LEL <= Flammable Gas <= UEL maka flammable gas siap untuk terbakar ataupun meledak kapanpun

Berikut beberapa contoh flammable gas beserta dengan batasan LEL & UEL nya:

LEL Table 1

Tabel nilai LEL & UEL dari beberapa gas

Sistem Deteksi Gas
Dalam sistem deteksi gas, jumlah kehadiran gas di udara dinyatakan dalam %LEL. Jika pembacaan gas detektor adalah 0%LEL maka hal ini menunjukkan bahwa udara terbebas dari flammable gas. Jika pembacaan menunjukkan 50%LEL berarti flammable gas telah bercampur di udara namun belum cukup untuk dapat terbakar. Dan jika pembacaan menunjukkan 100%LEL artinya flammable gas telah bercampur di udara dan siap terbakar kapanpun jika ada sumber pengapian.

Disclaimer : Acetylene memiliki jangkauan ‘explosive mixture’ yang luas bahkan UEL-nya mencapai 100%, ini berarti dengan jumlah oksigen yang sangat sedikit atau bahkan tidak ada sekalipun, Acetylene dapat terbakar dengan sendirinya.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pengukuran terhadap flammable gas pada F&G system hanya cukup sampai %LEL saja. Mengapa tidak sampai %UEL? Ya sesuai penjelasan diatas tadi, saat flammable gas sudah mencapai 100%LEL maka gas tersebut siap terbakar kapanpun! Bayangkan jika di sebuah kilang minyak paparan flammable gas nya mencapai 100%LEL , maka hanya tinggal menunggu sialnya saja bukan!?

Oleh karena itu, dalam penerapannya di lapangan, biasanya sistem deteksi gas hanya akan ‘mentolerir’ kehadiran flammable gas di udara tidak sampai 100%LEL. Di beberapa kilang yang pernah saya datangi mereka mematok setpoint untuk alarm HIGH level di 10%LEL dan alarm HIGH-HIGH level di 40%LEL.

Saya tidak tahu pasti apa dasar suatu flammable gas dapat ‘ditolerir’ kehadirannya di udara. Yang saya tahu adalah jangan pernah berharap penuh dengan yang namanya alat, sedikit apapun flammable gas dibolehkan untuk hadir, namun 0%LEL jelas lebih baik bukan? CMIIW.